Jumat, 01 Mei 2020

Cara Membuat Gelembung Sabun untuk Anak Anda


Disusun bersama Staf wikiHow
Menonton gelembung sabun mengapung terbawa angin lalu pecah merupakan kesenangan hari libur yang dinikmati oleh setiap anak kecil. Anda dapat membeli sebotol larutan sabun dan tangkai peniupnya di toko, namun sebenarnya sangat mudah membuat gelembung sendiri menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia di rumah. Lanjutkan membaca dan pelajari cara membuat larutan gelembung sabun beserta tangkai peniupnya.

Metode 1 dari 3:
Membuat Larutan Gelembung

  1. 1
    Campur sabun dan air. Gelembung dapat dibuat menggunakan jenis sabun cair apa pun yang ada di rumah Anda. Beberapa jenis sabun menghasilkan gelembung yang dapat bertahan lebih lama dibandingkan yang lain. Jadi, lakukan percobaan dengan berbagai jenis sabun berbeda untuk menemukan satu yang Anda sukai. Campurlah satu bagian sabun cair dan empat bagian air dalam sebuah stoples, cangkir atau mangkuk. Cobalah beberapa jenis sabun berikut ini:
    • Sabun cuci piring cair. Larutan dari sabun cuci piring cair menghasilkan dasar gelembung besar, dan bahan ini mungkin telah tersedia di rumah Anda.
    • Sabun mandi cair atau sampo. Keduanya mungkin tidak menghasilkan busa sebanyak larutan sabun cuci piring, namun masih bereaksi baik untuk membuat gelembung.
    • Semua jenis detergen cuci alami. Usahakan menghindari produk detergen komersial yang mungkin tidak aman untuk anak-anak. Detergen cuci bebas bahan kimia dapat ditemukan di toko-toko yang menjual makanan kesehatan.
  2. 2
    Tingkatkan kualitas larutan gelembung. Ada beberapa trik yang dapat Anda gunakan untuk membuat gelembung lebih kuat dan lebih menarik daripada gelembung sabun biasa. Lakukan eksperimen dengan beberapa bahan berikut sampai Anda berhasil membuat kreasi larutan yang akan disukai oleh anak-anak Anda:
    • Tambahkan sedikit gula, sirup jagung, atau kanji (tepung tapioka) ke dalam campuran. Bahan-bahan tersebut akan membuat gelembung menjadi sedikit lebih tebal, sehingga akan bertahan lebih lama.
    • Tambahkan bahan pewarna makanan. Anda dapat memisahkan larutan ke dalam beberapa wadah dan membuat beberapa warna gelembung yang berbeda.
    • Tambahkan bahan-bahan dekoratif yang menghibur. Tahukah anak-anak Anda apakah Anda dapat membuat gelembung dengan glitter (serbuk partikel dengan warna-warni mengkilap bila terkena cahaya), kelopak bunga kecil, atau bahan-bahan kecil lain? Manakah yang membuat gelembung meletus?

Metode 2 dari 3:
Membuat Tangkai Peniup Gelembung

  1. 1
    Buat tangkai peniup gelembung kecil. Tangkai peniup gelembung yang bisa Anda beli di toko biasanya terbuat dari plastik. Namun sebenarnya, sebagian besar material yang memiliki lubang dapat digunakan untuk meniupkan gelembung. Lihatlah di sekeliling rumah Anda untuk menemukan bahan-bahan yang dapat dibengkokkan atau dibentuk menjadi tangkai peniup gelembung.
    • Bengkokkan ujung atas pembersih pipa (pilih yang diameternya sesuai) menjadi bentuk lingkaran, kemudian bengkokkan ujung lingkaran mengelilingi batang pembersih pipa tersebut sehingga terbentuk tangkai peniup gelembung.
    • Bila Anda memiliki karton wadah telur lama yang tidak terpakai lagi, Anda dapat menggunakan bentuk lingkaran, yang mewadahi telur, sebagai tangkai peniup gelembung.
    • Bengkokkan sedotan membentuk tangkai peniup gelembung, dan ikat bagian lingkaran menggunakan pita perekat (selotip).
  2. 2
    Buat tangkai peniup gelembung raksasa. Meniupkan banyak sekali gelembung kecil sangatlah menyenangkan. Namun, Anda juga dapat membuat tangkai besar untuk meniupkan gelembung raksasa. Anda memerlukan sebuah tangkai peniup gelembung besar yang dibalut dengan sedikit kasa; kasa berfungsi menstabilkan larutan, sehingga gelembung dapat terbentuk tanpa meletus.
    • Luruskan kawat penggantung baju. Untuk itu Anda mungkin perlu sebuah tang/catut untuk menguraikan/meluruskan bagian atas kawat.
    • Bengkokkan salah satu ujung kawat membentuk lingkaran, lalu ikatkan ujung lingkaran ke bagian kawat yang lurus dengan bantuan tang.
    • Balutkan jala atau kawat kasa, seperti kawat ayam, mengelilingi lingkaran. Gunakan tang untuk membengkokkannya pada bagian tersebut.

Metode 3 dari 3:
Meniup Gelembung Sabun

  1. 1
    Tiup gelembung kecil. Pertama, pergilah keluar rumah, karena gelembung sabun akan terlihat paling indah saat sinar matahari bersinar melalui pusaran warna-warni gelembung. Celupkan tangkai peniup gelembung kecil yang telah Anda buat ke dalam larutan gelembung sabun. Tahan bagian lingkaran tangkai di depan mulut Anda, lalu tiuplah dengan lembut. Saksikan gelembung mengalir dari lingkaran tangkai peniup dan mengapung di udara, lalu pecah.
    • Jika Anda akan menggunakan gelembung sabun dengan pewarna makanan, pastikan tidak meniupnya di dalam ruangan karena mungkin akan menodai furnitur dan karpet.
    • Untuk membuat gelembung kecil yang sangat banyak, dapatkan sejumlah besar larutan sabun pada tangkai peniup gelembung, lalu tiuplah dengan kekuatan ekstra.
  2. 2
    Buat gelembung raksasa. Tuangkan larutan sabun ke dalam nampan/baki yang dangkal. Letakkan tangkai peniup gelembung besar ke dalam larutan hingga seluruh permukaannya tertutup larutan. Secara perlahan angkat tangkai peniup tersebut dari larutan dan pastikan membran larutan sabun yang melingkar telah meregang melewati lubang peniup. Kemudian, dengan gerakan lembut lambaikan tangkai peniup/pembuat gelembung itu ke udara; sebuah gelembung besar akan terbentuk dan terpisah dari kawat.
    • Cobalah berlari sambil membawa peniup gelembung besar untuk menghasilkan gelembung yang lebih besar.
    • Berdirilah di tempat tinggi, misalnya di bagian tertinggi tangga teras, lalu buat gelembung besar yang akan mengapung lembut turun ke permukaan tanah. Dengan cara ini, gelembung akan bertahan lebih lama.

Hal yang Anda Butuhkan

  • Sabun cair
  • Kawat kecil dan sedotan untuk membuat peniup gelembung kecil
  • Kawat gantungan baju dan kawat kasa untuk membuat peniup gelembung besar

Tips

  1. Selain gula, Anda juga bisa menggunakan gliserin untuk membuat gelembung bertahan lebih lama.
    • Anda dapat membeli gliserin di sebagian besar apotek.
  2. Cobalah membuat tangkai peniup gelembung dalam bentuk dan ukuran berbeda. Manakah yang memberikan hasil terbaik?

MENDIDIK ANAK SECARA SUNNAH


Mendidik anak secara sunnah dimulai dari sejak hendak menikah.

     1. Tarbiyatunnikah

   - Pebanyak doa, meminta jodoh yang sholih/sholihah, bahkan meminta keturunan yang sholih/sholihah, sebagaimana do'a dalam al Quran:
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

   - Bertemunya tidak dengan pacaran, melainkan proses secara syar'i.
  - Pernikahan dibuat secara sederhana dan sesuai kemampuan. Pernikahan tidak dibuat dengan cara yang tidak sesuai dengan sunnah. Diantaranya, dipisah dengan hijab antara tamu laki-laki dan wanita, mempelai wanita tidak duduk bersama dengan mempelai pria di pelaminan, dsb.

     2. Tarbiyatul Junub

   - Ketika malam pertama, hendaknya suami memegang keningnya, mengecupnya dan berdoa:

  إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً ، أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا ، فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا ، وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang pembantu (hamba), peganglah terlebih dahulu keningnya, sebutlah nama Allah dan berdoalah untuk keberkahan serata ucapkanlah doa berikut ini: “Allahumma inni as’aluka min khairiha wa khairi ma jabaltuha ‘alaih, wa a’udzubika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma jabaltuha ‘alaih (Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang ada di dalamnya juga dari kejahatan dari apa yang aku ambil daripadanya” (HR. Abu Dawud, Nasai dan Ibn Majah).

     - Sholat sunnah 2 raka'at bersama istri (malam pertama)
     - Berdoa saat hendak menggauli istri (malam pertama dan setiap hendak menggauli)
     
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِى الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ثُمَّ رُزِقَ أَوْ قُضِىَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ



Artinya: “Ibnu Abbas berkata, Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Apabila seseorang membaca doa berikut ini sebelum menggauli isterinya: “bismillah allahumma jannibnis syaithan wa jannibis syaithan ma razaqtana” (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Eukau rizkikan kepada kami (anak, keturunan), kemudian dari hubungan tersebut ditakdirkan menghasilkan seorang anak, maka ia tidak akan diganggu oleh setan selamanya” (HR. Bukhari Muslim).

     3. Tarbiyatul Janin

     - Niatkan bayi dalam kandungan kelak untuk berkhidmat pada agama




(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

     - Perbanyak melantunkan al-Quran. 
       Bayi dalam kandungan dapat merekam bacaan quran kedua orang tuanya.

     4. Tarbiyatul Wiladah
 
     - Proses lahir dengan dokter/bidan wanita, bukan laki-laki
     - Perdengarkan lafaz Allah sejak bayi
     - Hari ke-7 di aqikah, dipotong rambutnya, dan diberi nama yang baik
     - Rambutnya ditimbang, kemudian sedekah emas/perak seberat rambut bayi
     - Men- Tahniq nya mengunyahkan kurma, lalu mengoleskan ke mulut bayi).Sebaiknya yang melakukan adalah orang sholeh yang memiliki keutamaan.
Sebagaimana dalam riwayat hadits:

Dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata, “Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam perjalanan aku singggah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah kepadanya (bayi tersebut).” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5469 Fathul Bari), Muslim (2146, 2148 Nawawi), Ahmad (6247) dan At-Tirmidzi (3826)] 
 
Dalam Ash-Shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau shallallaahu alaihi wasallam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ

“Pernah dikaruniakan kepadaku seorang anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma.”[Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)]

Al-Bukhari menambahkan, “Dan beliau mendo’akan keberkahan baginya seraya menyerahkannya kembali kepadaku.” Dan dia adalah anak tertua Abu Musa radhiyallahu ‘anhu.


     5. Tarbiyatul Aqli

     - Biasakan mengenalkan alam semesta merupakan penciptaan Allah
     - Bila anak meminta sesuatu, ajarkan sholat 2 rakaat dan minta kepada Allah terlebih dahulu
     - Bila memberi sesuatu, pahamkan hakikatnya dari Allah, sehingga tumbuh keyakinan dalam diri anak, bahwa pemberi rezeki adalah Allah.

     6. Tarbiyatul Jism

     - Membiasakan tutup aurat sejak kecil. Begitupun orangtua, berpakaian yang pantas bila didalam rumah, karena akan dicontoh oleh anak anaknya.
     - Anak usia 7 tahun, dipisahkan tidurnya, antara putra dan putri
     - Biasakan kalau bermain di luar, menggunakan pakaian muslim / muslimah

     7. Tarbiyatuddiin
  
     - Usia 7 tahun, mulai diajarkan sholat
     - Usia 10 tahun, bila tidak mengerjakan sholat, hendaknya dipukul dengan pukulan mendidik, dengan niat agar anak takut kepada Allah
     - Dikenalkan baca quran, dan bila belajar di luar, dicarikan guru dan lingkungan yang baik
     - Ajarkan semua perintah Allah, dan dilatih mengamalkannya, seperti puasa, bersedekah, berakhlaq yg baik, berkhidmat (mengerjakan pekerjaan rumah).
     - Bantu anak berbakti kepada orang tua, dengan cara 
         1. menerima usahanya walaupun kecil
         2. memaafkan kekeliruannya
         3. tidak membebaninya dengan beban yang berat
         4. tidak memarahinya dengan ucapan yang melukai hatinya
     - Bila hendak menegur, hendaknya di tempat yang tersendiri, tidak dihadapan saudaranya yang bisa menjatuhkan mentalnya
     - Terus berupaya mengarahkan dan mengawasi hidupnya sesuai dengan jalan agama
     - Bila sudah dewasa dan masanya menikah, maka orang tua lah yang mencarikan jodoh yang baik dan sekufu dengan anaknya. 

Capaian Pembelajaran (CP)

Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik di akhir setiap fase dalam Kurikulum Merdeka....