Kamis, 03 September 2026

Tarkib Al Baqarah ayat 5

 Dalam ilmu nahwu, ayat أُولَٰئِئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (QS. Al-Baqarah: 5) terdiri dari dua jumlah ismiyyah (kalimat nominal) yang dihubungkan oleh huruf athaf.

Berikut adalah rincian analisis unsur tarkib kalam (i'rab dan kedudukan kata) pada ayat tersebut:
1. Tarkib Bagian Pertama: أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ
  • أُولَٰئِكَ (Ulaa'ika)
    • Kedudukan: Mubtada' (Subjek).
    • Penjelasan: Isim isyarah (kata tunjuk) jamak, mabni di atas fathah, menempati posisi rafa' (fii mahalli raf'in). Huruf kaaf di akhir adalah huruf khitab (lawan bicara).
  • عَلَىٰ هُدًى ('Alaa hudan)
    • Kedudukan: Jar wa majrur yang berkaitan dengan Khobar yang dibuang (berupa kaainun atau mustaqirrun).
    • عَلَىٰ adalah huruf jar. هُدًى adalah isim majrur dengan kasrah muqaddarah (dikira-kira) karena berupa isim maqshur.
  • مِّن رَّبِّهِمْ (Mir-rabbihim)
    • Kedudukan: Sifat / Na'at dari kata hudan.
    • مِنْ adalah huruf jar. رَبِّ adalah isim majrur dan bertindak sebagai mudhaf. هُمْ adalah dhamir muttasil (kata ganti) yang berkedudukan sebagai mudhaf ilaih.

2. Tarkib Bagian Kedua: وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
  • وَ (Wa)
    • Kedudukan: Huruf Athaf (Kata hubung), menyambungkan kalimat kedua dengan kalimat pertama.
  • أُولَٰئِكَ (Ulaa'ika)
    • Kedudukan: Mubtada' pertama (Mubtada' awwal).
    • Penjelasan: Isim isyarah, mabni, menempati posisi rafa'.
  • هُمُ (Hum)
    • Kedudukan: Memiliki dua alternatif tarkib yang lazim dalam ilmu nahwu:
      1. Dhamir Fashel (Pemisah): Tidak memiliki kedudukan i'rab (laa mahalla laha minal i'rab), berfungsi menegaskan makna.
      2. Mubtada' kedua (Mubtada' thaani): Berupa dhamir munfasil, menempati posisi rafa'.
  • الْمُفْلِحُونَ (Al-muflihuun)
    • Kedudukan: Berdasarkan alternatif fungsi kata hum di atas:
      1. Jika hum adalah dhamir fashel, maka Al-muflihuun adalah Khobar dari Mubtada' pertama (أُولَٰئِكَ).
      2. Jika hum adalah Mubtada' kedua, maka Al-muflihuun adalah Khobar dari Mubtada' kedua (هُمُ). Kemudian, gabungan jumlah ismiyyah (humul muflihuun) menjadi Khobar dari Mubtada' pertama (ulaa'ika).
    • Tanda Rafa': Menggunakan huruf Wau (و) karena merupakan Jamak Mudzakkar Salim.

Senin, 24 Agustus 2026

Makharijul Huruf

Makharijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf Hijaiyah saat diucapkan.

Secara umum, tempat keluarnya huruf Hijaiyah dibagi menjadi lima bagian utama
  • Al-Jauf (Rongga Mulut)
    • Tempat keluar huruf dari ruang kosong di mulut dan tenggorokan.
    • Hurufnya adalah huruf Mad: Alif (ا), Wawu sukun (و), dan Ya' sukun (ي).
  • Al-Halq (Tenggorokan)
    • Tempat keluar huruf dari area tenggorokan, dibagi menjadi pangkal, tengah, dan ujung tenggorokan.
    • Hurufnya ada 6: Hamzah dan Ha' (ء، هـ) di pangkal, Ain dan Ha' (ع، ح) di tengah, serta Ghain dan Kha' (غ، خ) di ujung. 
  • Al-Lisan (Lidah)
    • Tempat keluar huruf yang paling banyak, mencakup 18 huruf dari pangkal, tengah, sisi, hingga ujung lidah.
    • Hurufnya meliputi: Qaf (ق), Kaf (ك), Jim (ج), Syin (ش), Ya' (ي), Dhad (ض), Lam (ل), Nun (ن), Ra' (ر), Tha' (ط), Dal (د), Ta' (ت), Shad (ص), Zay (ز), Sin (س), Zha (ظ), Dzal (ذ), dan Tsa' (ث).
  • Asy-Syafatain (Kedua Bibir)
    • Tempat keluar huruf dari area bibir.
    • Hurufnya ada 4: Fa' (ف), Ba' (ب), Mim (م), dan Wawu (و).
  • Al-Khaisyum (Rongga Hidung)
    • Tempat keluar suara berdengung (ghunnah) seperti pada hukum nun sukun, mim sukun, atau tanwin tertentu.

Selasa, 21 April 2026

Adab dan Do'a Ketika Melihat Orang Terkena Musibah

Diantara adab-adabnya:

1. Tidak menghina orang yang tertimpa musibah dan tidak menjadikannya bahan pembicaraan.


Sabda Rasulullah saw: 

_"Barangsiapa yang menghina saudaranya atas maksiat yang telah dilakukan, (padahal dia telah bertaubat), maka dia (orang yang menghina) tidak akan mati kecuali telah melakukan maksiat tersebut"._{HR. Tirmidzi}


2. Sujud syukur karena Allah SWT telah menyelamatkannya dari musibah yang telah dilihatnya.


3. Mendo'akan agar Allah SWT memberikan keringanan dari musibah tersebut.


4. Tidak berprasangka buruk terhadap orang yang terkena musibah.


5. Tidak merasa lebih mulia dari orang yang terkena musibah.


6. Memberi bantuan seukuran kemampuan.


7. Membaca do'a dibawah ini agar dirinya diselamatkan dari musibah yang dilihatnya:


الحَمْدُ للهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا


Diriwayatkan: "Barangsiapa yang mengucapkan doa di atas ini saat melihat orang lain yang tertimpa musibah, maka dia tidak akan tertimpa musibah tersebut seumur hidupnya".


Sabda Rasulullah saw:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ: الحَمْدُ للهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ»


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan’, maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.” (HR. at-Tirmidzi)


Kitab Adab, Sayyid Muhammad Amin bin 'Idrus.

Sabtu, 07 Maret 2026

Bacaan Bilal Shalat Tarawih

Bacaan Bilal Shalat Tarawih dan Jawabannya Serta Doa Kamilin 


Shalat Tarawih merupakan salah satu rangkaian ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan. Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya dan sebelum shalat Witir. Shalat Tarawih dianjurkan dilakukan secara berjamaah, meskipun bagi yang uzur bisa menunaikannya secara sendirian (munfarid).   Istilah tarawih sendiri baru muncul belakangan ketika ia diidentikkan dengan shalat berjamaah yang punya jeda istirahat (tarwihah) setiap dua kali salam hingga genap 10 kali salam (20 rakaat). 

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan asal nama tarawih ini sebagai berikut: 

  وَالتَّرَاوِيحُ جَمْعُ تَرْوِيحَةٍ، وَهِيَ الْمَرَّةُ الْوَاحِدَةُ مِنَ الرَّاحَةِ، كَتَسْلِيمَةٍ مِنَ السَّلَامِ. سُمِّيَتِ الصَّلَاةُ فِي الْجَمَاعَةِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ التَّرَاوِيحَ لِأَنَّهُمْ أَوَّلَ مَا اجْتَمَعُوا عَلَيْهَا كَانُوا يَسْتَرِيحُونَ بَيْنَ كُلِّ تَسْلِيمَتَيْنِ.   

Artinya: "Tarawih adalah jamak dari tarwihah yaitu istirahat satu kali, seperti kata taslimah berasal dari kata salam. Shalat berjamaah di malam-malam bulan Ramadhan disebut sebagai tarawih karena pada awalnya shalat tarawih dilakukan secara berjamaah, para sahabat beristirahat diantara setiap dua kali salam." (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Baari, Juz IV, H. 250)   

Dalam pelaksanaan shalat Tarawih biasanya ada seorang bilal. Setidaknya terdapat tiga fungsi bilal, yakni memanjatkan shalawat kepada Nabi dan sahabat, memberikan waktu istirahat, dan menandai rakaat shalat tarawih. 

Bacaan Bilal Tarawih Merujuk pada Buku Risalah Ramadhan oleh PCNU Jombang, berikut bacaan bilal lengkap shalawat tarawih beserta jawaban jamaah.   

1. Shalat tarawih pertama

 بلال : صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمْ الله 

Shollu sunnatat-tarawihi rak'ataini jami'atan rahimakumullah

 جماعة : الصَّلاة لا إله إلا الله  

Asshalatu laailahaillallah

 بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِك عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barik alaih   


 2. Shalat tarawih kedua 

 بلال : فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً 

Fadlan minallahi taala wa  nikmah 

جماعة : وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ 

Wa maghfirataw wa rahmah

 بلال : اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

  جماعة  : اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه 

Allahumma shalli wa salim wa barik alaih 

جماعة : سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ 

 Subhanallah wal hamdulillah wa la Ilaha illa Allah wa Allah Akbar 3x   


3. Shalat tarawih ketiga

  بلال : الْخَلِيفَةُ الأُولى سَيِّدُنَا أَبو بكر الصديق 

Alkhalifatul ula Sayidina Abu Bakri as-Shiddiq

 جماعة : رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ 

Radiyaallahu anhu 

 بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة  : اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barik alaih  


4. Shalat tarawih keempat  

بلال : فَضْلاً مِنَ الله تَعَالى وَنِعْمَةً 

Fadlan minallahi ta'ala wa ni'mah

 جماعة : وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ 

Wa maghfirataw wa rahmah 

بلال : اللهُمَّ صَلِّ عَلى سيدنا محمد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارك عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barrik alaih

 جماعة : سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلا الله وَاللَّهُ أَكْبَرُ ٣

 Subhanallah wal hamdulilah wa la Ilaha illa Allah wa Allah Akbar 3x  


 5. Shalat tarawih kelima 

 بلال : الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْحَطَّابِ

 Alkhalifatussaniyah sayyiduna Umar ibn Khattab 

 جماعة : رضي اللهُ عَنْهُ 

Radiyaallahu anhu 

  بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة: اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barrik alaih   


6. Shalat tarawih keenam  

بلال : فَضْلاً مِنَ الله تَعَالَى وَنَعْمَةٌ 

Fadlan minallahi ta'ala wa ni'mah  

جماعة : وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة 

Wa maghfirataw wa rahmah

 بلال : اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ 

Allahumma shalli wa sallim wa barrik alaih

 جماعة : سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلهَ إلا الله وَاللهُ أَكْبَرُ ٣

 Subhanallah wal hamdulillah wa la Ilaha illa Allah wa Allah Akbar 3x   


7. Shalat tarawih ketujuh

  بلال : الْخَلِيفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ 

Alkhalifatus tsalisah Sayyiduna Utsman ibn ‘Affan

 جماعة : رضي اللهُ عَنْه 

Radiyaallahu anhu

  بلال : اللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا محمد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِك عَلَيْه

 Allahumma sholli wa sallim wa barrik alaih   


8. Shalat tarawih kedelapan 

 بلال : فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً 

Fadlan minallahi ta'ala wa ni'mah

 جماعة : وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً 

Wa maghfirataw wa rahmah 

بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللهُمَّ صَلَّ وَسَلِمْ وَبَارِكْ عَلَيْه 

Allahumma sholli wa sallim wa barrik alaih

 جماعة : سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إله إلا الله والله أكبر ٣

 Subhanallah wal hamdulilah wa la Ilaha illa Allah wa Allah Akbar 3x   


9. Shalat tarawih kesembilan  

بلال : الْخَلِيفَةُ الرَّابِعَةُ سَيدْنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِب

 Alkholifaturrobiah sayyiduna Ali bin Abi Tholib 

 جماعة : كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ 

Karramaallahu wajhah

 يلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barrik alaih  


10. Shalat tarawih pertama 

 بلال : أَخِرُ التَرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله

 Akhiruttarawihi rak’ataini jamiata rahimakumullah 

جماعة : الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلا الله 

 Asshalatu la ilaha illa Allah

 بلال : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

 جماعة : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عليه 

Allahumma shalli wa sallim wa barik alaih   


Doa Kamilin Setelah shalat Tarawih usai dilaksanakan, imam hendaknya memanjatkan doa kamilin sebagaimana berikut ini: 

  اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُوْرِ عِيْنٍ مُتَزَوَجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيْمًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِينَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   


Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.   

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."   Itulah bacaan bilal serta lafadz untuk menjawabnya bagi para makmum, yang dilengkapi dengan lafal doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih. Semoga kita semua selalu diberi keistiqomahan oleh Allah SWT dalam menjalankan rangkaian ibadah dalam bulan Ramadhan tahun ini. Amin Ya Rabbal 'Alamin. 


Editor: A Habiburrahman


Sumber: https://jatim.nu.or.id/keislaman/bacaan-bilal-shalat-tarawih-dan-jawabannya-serta-doa-kamilin-4qDSr


___
Cikarang, 8 Maret 2026 

Tarkib Al Baqarah ayat 5

  Dalam ilmu nahwu, ayat أُولَٰئِئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (QS. Al-Baqarah: 5) terdiri dari dua ...