Dalam ilmu nahwu, ayat أُولَٰئِئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (QS. Al-Baqarah: 5) terdiri dari dua jumlah ismiyyah (kalimat nominal) yang dihubungkan oleh huruf athaf.
Berikut adalah rincian analisis unsur tarkib kalam (i'rab dan kedudukan kata) pada ayat tersebut:
1. Tarkib Bagian Pertama: أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ
- أُولَٰئِكَ (Ulaa'ika)
- Kedudukan: Mubtada' (Subjek).
- Penjelasan: Isim isyarah (kata tunjuk) jamak, mabni di atas fathah, menempati posisi rafa' (fii mahalli raf'in). Huruf kaaf di akhir adalah huruf khitab (lawan bicara).
- عَلَىٰ هُدًى ('Alaa hudan)
- Kedudukan: Jar wa majrur yang berkaitan dengan Khobar yang dibuang (berupa kaainun atau mustaqirrun).
- عَلَىٰ adalah huruf jar. هُدًى adalah isim majrur dengan kasrah muqaddarah (dikira-kira) karena berupa isim maqshur.
- مِّن رَّبِّهِمْ (Mir-rabbihim)
- Kedudukan: Sifat / Na'at dari kata hudan.
- مِنْ adalah huruf jar. رَبِّ adalah isim majrur dan bertindak sebagai mudhaf. هُمْ adalah dhamir muttasil (kata ganti) yang berkedudukan sebagai mudhaf ilaih.
2. Tarkib Bagian Kedua: وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
- وَ (Wa)
- Kedudukan: Huruf Athaf (Kata hubung), menyambungkan kalimat kedua dengan kalimat pertama.
- أُولَٰئِكَ (Ulaa'ika)
- Kedudukan: Mubtada' pertama (Mubtada' awwal).
- Penjelasan: Isim isyarah, mabni, menempati posisi rafa'.
- هُمُ (Hum)
- Kedudukan: Memiliki dua alternatif tarkib yang lazim dalam ilmu nahwu:
- Dhamir Fashel (Pemisah): Tidak memiliki kedudukan i'rab (laa mahalla laha minal i'rab), berfungsi menegaskan makna.
- Mubtada' kedua (Mubtada' thaani): Berupa dhamir munfasil, menempati posisi rafa'.
- Kedudukan: Memiliki dua alternatif tarkib yang lazim dalam ilmu nahwu:
- الْمُفْلِحُونَ (Al-muflihuun)
- Kedudukan: Berdasarkan alternatif fungsi kata hum di atas:
- Jika hum adalah dhamir fashel, maka Al-muflihuun adalah Khobar dari Mubtada' pertama (أُولَٰئِكَ).
- Jika hum adalah Mubtada' kedua, maka Al-muflihuun adalah Khobar dari Mubtada' kedua (هُمُ). Kemudian, gabungan jumlah ismiyyah (humul muflihuun) menjadi Khobar dari Mubtada' pertama (ulaa'ika).
- Tanda Rafa': Menggunakan huruf Wau (و) karena merupakan Jamak Mudzakkar Salim.
- Kedudukan: Berdasarkan alternatif fungsi kata hum di atas:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar